Minggu, 07 Juni 2015

WELL SAID

Ada hal di dunia ini, yang membuat terlupa akan keadaan kita.
Lupa menempatkan dimana diri kita sesungguhnya berada.

Pernah ada sahabat yang bilang, abaikan dia yang berjanji namun tak menepati. Dia yang akhirnya memilih pergi. Bukankah, karena sebab itulah, dia tak menjadi yang terakhir?.

Yah, apa yang dikatakan, benar adanya.






Akan selalu ada.... atau mungkin pernah dan akan datang seseorang dalam kehidupanmu, yang menyita banyak waktu. Untuk sekedar menggantikan tempatnya, setiap kali menikmati hal-hal yang disukai.

Dan di kehidupan yang ku jalani, rasanya terlalu banyak tentang kamu. yang bayangannya selalu saja hadir, di setiap tempat yang aku datangi. hebatnya, tak perlu kau harus pernah menginjakkan kaki disana. Bahkan  sekarang ini, disaat luka itu telah pergi. Masih saja senyumanmu melintas.

Terkadang bingung sih menafsirkan cinta. Katanya cinta sejati itu, selalu ingin agar yang dicintai itu bahagia. Meskipun kebahagiaannya tidak berada dalam diri kita.

Katanya cinta sejati itu, tak bersyarat. Selalu ingin memberi, tanpa pernah sekalipun mengharapkan balasan.

Tetapi ada yang menyangkalnya dan bertanya, "Sudah tahu rasanya tidak diinginkan?".

Yaaah.... Memang butuh seseorang berjiwa besar untuk mencintai.

Dan, "Ya". Aku sungguh tahu rasanya tak diinginkan.

Tetapi mengutip kata-kata sahabatku di atas, "Bukankah karena itu, dia tidak menjadi yang terakhir?".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar