Ada hal di dunia ini, yang membuat terlupa akan
keadaan kita.
Lupa menempatkan dimana diri kita sesungguhnya berada.
Lupa menempatkan dimana diri kita sesungguhnya berada.
Pernah ada sahabat
yang bilang, abaikan dia yang berjanji namun tak menepati. Dia yang akhirnya
memilih pergi. Bukankah, karena sebab itulah, dia tak menjadi yang terakhir?.
Yah, apa yang
dikatakan, benar adanya.
Akan selalu ada.... atau mungkin pernah dan akan datang seseorang dalam kehidupanmu, yang menyita banyak waktu. Untuk sekedar menggantikan tempatnya, setiap kali menikmati hal-hal yang disukai.
Dan di kehidupan yang
ku jalani, rasanya terlalu banyak tentang kamu. yang bayangannya selalu saja hadir,
di setiap tempat yang aku datangi. hebatnya, tak perlu kau harus pernah
menginjakkan kaki disana. Bahkan sekarang ini, disaat luka itu telah
pergi. Masih saja senyumanmu melintas.
Terkadang bingung sih
menafsirkan cinta. Katanya cinta sejati itu, selalu ingin agar yang dicintai
itu bahagia. Meskipun kebahagiaannya tidak berada dalam diri kita.
Katanya cinta sejati
itu, tak bersyarat. Selalu ingin memberi, tanpa pernah sekalipun mengharapkan
balasan.
Tetapi ada yang
menyangkalnya dan bertanya, "Sudah tahu rasanya tidak diinginkan?".
Yaaah.... Memang
butuh seseorang berjiwa besar untuk mencintai.
Dan, "Ya".
Aku sungguh tahu rasanya tak diinginkan.
Tetapi mengutip
kata-kata sahabatku di atas, "Bukankah karena itu, dia tidak menjadi yang
terakhir?".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar