Belakangan sering
memikirkan, tentang betapa berubahnya diri ini. Tentang makin seringnya aku
membohongi diri sendiri. Betapa kata yang belakangan terucap, lebih sering merupakan
pengingkaran atas keinginan hati.
Tetapi
anehnya terkadang pengingkaran terasa harus. Entah bagaimana, pemikiran itu tiba-tiba
terlintas tanpa dipikirkan lebih dulu. Seperti kata-kata pengingkaran yang meluncur
begitu saja, di depan seseorang. Seseorang yang hati ini begitu sering
melantunkan lagu, bernadakan namanya.
Ah,
manusia....
Katanya juga,
seseorang yang selalu kita ingat di saat-saat kesendirian menyapa, adalah
seseorang yang sesungguhnya begitu kuat bertahta dalam hati kita.
Hati ini
entah kenapa, dipenuhi kamu.
Tentang kamu,
yang kesedihannya selalu membuatku berusaha begitu keras untuk bisa
menghadirkan senyuman di wajahmu.
Tentang kamu,
yang tawanya selalu bisa menghadirkan kelegaan di hatiku. Meskipun itu
belakangan sempat beriringan dengan menggores luka dihatiku.
Tentang kamu, yang tak peduli apa, tak pernah
bisa membuatku mendendam dan mengharapkan kejatuhanmu.
Tentang
kamu, yang selalu menari dalam pikiranku saat menikmati senja. Menikmati ombak,
angin, hujan, langit, laut, bintang, bulan, embun dan rumput.
Tentang kamu
yang membuat pengingkaranku berbanding terbalik dengan hatiku.
Tentang kamu
yang selalu bisa membuatku berucap, “tak peduli sekeras apa kehidupanku berjalan,
tetapi Kau harus bahagia”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar