Kamis, 04 Juni 2015

A THOUSAND LIES

Belakangan sering memikirkan, tentang betapa berubahnya diri ini. Tentang makin seringnya aku membohongi diri sendiri. Betapa kata yang belakangan terucap, lebih sering merupakan pengingkaran atas keinginan hati.

Tetapi anehnya terkadang pengingkaran terasa harus. Entah bagaimana, pemikiran itu tiba-tiba terlintas tanpa dipikirkan lebih dulu. Seperti kata-kata pengingkaran yang meluncur begitu saja, di depan seseorang. Seseorang yang hati ini begitu sering melantunkan lagu, bernadakan namanya.

Ah, manusia....





Katanya juga, seseorang yang selalu kita ingat di saat-saat kesendirian menyapa, adalah seseorang yang sesungguhnya begitu kuat bertahta dalam hati kita.

Hati ini entah kenapa, dipenuhi kamu.

Tentang kamu, yang kesedihannya selalu membuatku berusaha begitu keras untuk bisa menghadirkan senyuman di wajahmu.

Tentang kamu, yang tawanya selalu bisa menghadirkan kelegaan di hatiku. Meskipun itu belakangan sempat beriringan dengan menggores luka dihatiku.

 Tentang kamu, yang tak peduli apa, tak pernah bisa membuatku mendendam dan mengharapkan kejatuhanmu.

Tentang kamu, yang selalu menari dalam pikiranku saat menikmati senja. Menikmati ombak, angin, hujan, langit, laut, bintang, bulan, embun dan rumput.

Tentang kamu yang membuat pengingkaranku berbanding terbalik dengan hatiku.

Tentang kamu yang selalu bisa membuatku berucap, “tak peduli sekeras apa kehidupanku berjalan, tetapi Kau harus bahagia”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar