Sabtu, 12 Maret 2016

BROKEN BLUE

Akhirnya kita bersua setelah sekian lama.

Sebuah perjumpaan yang memang sedikit canggung. Bukan karena apa, hanya tak mengira wajahmu masih saja bisa membuatku lagi (dan lagi) merasa jatuh.

Kita pun saling berbagi cerita.Tak selepas biasanya. ada beban yang ku tahu tak hanya padaku, tapi juga di dirimu. Apa yang ada dalam pikiranmu, entah kenapa kini aku tak bisa menebaknya. Karena terlalu lama tak bertatap muka, ataukah ada penyebab lainnya. Aku benar-benar tak tahu.

Pastinya, ada satu hal yang diucapkan bibirmu yang ternyata bisa membuat sejenak Duniaku membeku, tak peduli sehebat apa persiapan yang telah kulakukan sebelum menemuimu.

Kau masih saja sehebat itu, selalu bisa membuatku merasakan seperti apa tak berdaya. Kembali menyadarkan bahwa lagi (dan lagi) aku harus terjatuh.

Dan tetap saja begitu sulit rasanya meninggalkan kejatuhan ini. Menghadirkan jutaan tanya kepada Sang Pengatur Takdir, yang ingin segera terjawab saat itu juga.

Bisakah aku tetap jatuh di kamu saja?

Entahlah..... Pertanyaan itu sepertinya tak akan terjawab saat ini.

Yang ku tahu saat ini aku merindukanmu.

Dan tentang hal yang kau tanyakan, sesungguhnya ada pertentangan besar antara isi hati dan apa yang terucap.



Apalah, yang jelas aku hanya ingin berada di sini setiap kali rindu itu menghampiri.

Karena setidaknya ketika hujan tak kunjung turun, di sini aku masih bisa mendengar suara jatuhan air.

Karena aku, kau tahu?!

Masih tetap sangat menyukai hujan, sama sepertimu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar