Malam ini
udara terasa dingin. Lebih dingin dari pada biasa.
Kau tahu,
belakangan jika aku mulai mengingat-ingat, rasanya kita semakin jauh. Ada bagian
dari dirimu, yang berhasil membuat aku terkejut. Sedihnya, itu bukanlah sisi
dirimu yang menyenangkan.
Tapi mungkin
ada bagian dari diriku yang juga tak menyenangkan bagimu, hanya kamu tak pernah
coba mengungkapkannya. Kau pendam sendiri, hingga di titik jenuh yang memaksa sisi
lain dari dirimu keluar.
Entahlah. Walaupun
rasanya tidak mungkin, tapi itulah kenyataan yang kita hadapi saat ini. Sebuah kenyataan
yang susah payah coba kita lewati. realita yang sempat membuat kita berdua
sama-sama terjatuh. Meskipun tentu saja tak akan pernah cukup untuk membuat
kita tak bangkit, untuk berjuang lagi.
Mungkin sesudah
ini, akan banyak lagi kesalah pahaman yang akan kita lalui. Yang akan membuat kita
bertengkar lagi. Terjebak dalam perang dingin yang tak menyenangkan. keadaan
yang membuat tak nyaman, untuk sekedar melalui hari.
Tapi kau
tahu, katanya adalah sebuah hal yang mustahil jika orang yang saling mencintai
tak pernah bertengkar. Tetapi tentu saja, hanya yang benar-benar memiliki
getaran yang sama dalam hati, yang bisa mengakhiri saat-saat seperti itu dengan
tetap saling bergenggaman tangan.
Malam ini
aku merenungkan semua yang terjadi. Dan berharap kelak, seseorang yang akan
mendampingiku, yang akan menemaniku berbagi cerita tentang bulan, bintang,
matahari, embun, laut, pasir, langit dan hujan adalah seseorang yang memiliki
getaran yang sama. Yang tak akan meninggalkan saat perbedaan datang. Yang akan
saling menguatkan disaat-saat rapuh. Yang tak pernah berhenti untuk percaya,
saat dunia seolah berkonspirasi untuk menggagalkan. Seseorang yang meyakini dan
memenangkan cinta, saat perbedaan coba menghadang.
Malam ini begitu dingin. Ataupun mungkin lebih disebabkan karena aku merindukan seseorang seperti itu?
entahlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar