Selasa, 24 Maret 2015

DINGIN

Malam ini udara terasa dingin. Lebih dingin dari pada biasa.

Kau tahu, belakangan jika aku mulai mengingat-ingat, rasanya kita semakin jauh. Ada bagian dari dirimu, yang berhasil membuat aku terkejut. Sedihnya, itu bukanlah sisi dirimu yang menyenangkan.

Tapi mungkin ada bagian dari diriku yang juga tak menyenangkan bagimu, hanya kamu tak pernah coba mengungkapkannya. Kau pendam sendiri, hingga di titik jenuh yang memaksa sisi lain dari dirimu keluar.

Entahlah. Walaupun rasanya tidak mungkin, tapi itulah kenyataan yang kita hadapi saat ini. Sebuah kenyataan yang susah payah coba kita lewati. realita yang sempat membuat kita berdua sama-sama terjatuh. Meskipun tentu saja tak akan pernah cukup untuk membuat kita tak bangkit, untuk berjuang lagi.

Mungkin sesudah ini, akan banyak lagi kesalah pahaman  yang akan kita lalui. Yang akan membuat kita bertengkar lagi. Terjebak dalam perang dingin yang tak menyenangkan. keadaan yang membuat tak nyaman, untuk sekedar melalui hari.

Tapi kau tahu, katanya adalah sebuah hal yang mustahil jika orang yang saling mencintai tak pernah bertengkar. Tetapi tentu saja, hanya yang benar-benar memiliki getaran yang sama dalam hati, yang bisa mengakhiri saat-saat seperti itu dengan tetap saling bergenggaman tangan.

Malam ini aku merenungkan semua yang terjadi. Dan berharap kelak, seseorang yang akan mendampingiku, yang akan menemaniku berbagi cerita tentang bulan, bintang, matahari, embun, laut, pasir, langit dan hujan adalah seseorang yang memiliki getaran yang sama. Yang tak akan meninggalkan saat perbedaan datang. Yang akan saling menguatkan disaat-saat rapuh. Yang tak pernah berhenti untuk percaya, saat dunia seolah berkonspirasi untuk menggagalkan. Seseorang yang meyakini dan memenangkan cinta, saat perbedaan coba menghadang.


Malam ini begitu dingin. Ataupun mungkin lebih disebabkan karena aku merindukan seseorang seperti itu?

entahlah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar