Pada
akhirnya aku menyerah. Yah... benar aku menyerah.
Bukan..... Bukan
menyerah untuk mencari cinta. Bukan juga menyerah memperjuangkan dan mencarimu,
siapapun engkau jodohku kelak. Aku masih memperjuangkanmu, memperjuangkan
mimpiku. Memperjuangkan kisah hidupku, agar berakhir dengan bahagia. Agar kelak
ketika di masa depan, aku melihat jejak hidupku tak ada penyesalan yang datang menghampiri.
Bukankah
pernah aku katakan jauh sebelumnya, bahwa aku tak sehebat yang terlihat dari
luar?
Dan benar adanya,
aku pernah bermimpi untuk menemukan seorang pendamping hidup, yang menerima apa
adanya diriku saat ini. Yang akan bersama-sama membangun kesuksesan, yang akan bersabar
menemaniku, hingga akhirnya semua impian ini tercapai. Yang akan menguatkan,
pada saat-saat terapuhku. Yang meyakinkan
bahwa aku pasti bisa, disaat mimpi itu terasa mulai menjauh.
Tetapi pada
akhirnya aku harus menyerah. Bukan menyerah pada mimpi-mimpiku. Bukan menyerah
dan berhenti berusaha menggapai impianku. Bukan. Tapi aku menyerah menemukan
seseorang seperti itu. Pada akhirnya aku menyadari, menemukan seseorang seperti
itu, menjalani kisah seperti itu, hanyalah sebuah angan. Hal itu hanyalah kisah
yang begitu manis disodorkan oleh dongeng-dongeng, hikayat-hikayat,
legenda-legenda pengantar tidur.
Akhirnya aku
tersadar, lelaki pengejar impian sepertiku memang akan berhadapan dengan
hal-hal yang mematahkan semangat. Dengan cinta yang datang karena kekaguman
sesaat, dan segera berlalu saat tahu, bahwa aku masih jauh dengan impianku. prestasi
akan menghasilkan prestise. Bahwa aku harus menjadi sesuatu. Menjadi seseorang
yang sukses. Lelaki yang telah berhasil
menggapai impiannya. Maka cinta itu akan datang dengan sendirinya, tanpa aku
harus meminta.
Tak apalah
ketika saat itu tiba, akan datang kembali seseorang yang pernah menyakitiku. Seseorang
yang pernah berpaling dariku. Seseorang yang pernah menghancurkanku. Siapapun itu,
jika ia memang ditakdirkan mendampingiku hingga akhir menutup mata, akan kuterima. Siapapun dia yang
memiliki getaran dan cinta yang sama denganku. Ku maafkan dengan lapang dada. Meski
mungkin aku tak akan pernah menyanyikan lagu “Anji – Hingga hari tua”, ataupun
lagu milik almarhum “Crisye – Untukku”. Karena ada lirik yang terkhianati
disitu.
Saat ini aku
masih berjuang dengan impianku, dan tak akan membiarkan siapapun, apapun
menyurutkan langkahku. Mimpi itu akan kutaklukkan. Impian itu akan ku gapai. Aku
masih seorang lelaki yang pantang menyerah. Masih seorang lelaki dengan
semangat yang sama. Masih seorang lelaki dengan tekad baja. Meski dengan
pemahaman cinta yang sedikit berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar