Malam ini aku tiba-tiba teringat dirimu. Teringat semua tentangmu.
Tentang bagaimana manisnya kamu saat tersenyum. Tentang kamu yang dulu selalu mempercayakan kepadaku kisah senang atau pun sedih yang kau gores di hari yang kau lalui barusan. Dan suara tawa ceriamu yang setia menertawakan setiap aku melakukan hal-hal bodoh yang kau anggap tak pantas untuk orang seusiaku. ah, terlalu banyak tentang dirimu yang melintas dalam pikiranku.
Tak terasa sudah sekian lama aku tak pernah melihat semua itu lagi. Semua mimpi kita terbentur oleh takdir yang seolah menentang semua mimpi kita. Bagiku itu adalah cobaan untuk membuktikan sekuat apa kita mampu mengatasi semua halangan-halangan hidup, bagimu itu adalah penanda bahwa kita harus menyerah untuk memperjuangkan mimpi-mimpi kita. Aku selalu optimis, dan kamu teramat sangat pesimis. Aku tak lelah menolak untuk menyerah, kamu tak henti memaksa aku untuk menyerah.
Satu hal yang mungkin kamu tak pernah tahu, ketika pada akhirnya aku memilih untuk mengiyakan keinginanmu untuk berhenti memperjuangkan mimpi-mimpi kita, itu bukan karena aku menyerah. Tetapi karena cinta itu tak ku rasakan lagi ada dihatimu. Sekian banyak cobaan hidup yang begitu perih mengikis setiap kebahagiaanmu ternyata juga mengikis perasaanmu padaku. Aku terlambat menyadari itu.
Saat aku menyadari itu, adalah suatu hal yang tak mungkin buatku berpura-pura mengabaikannya. Karena yang ku inginkan adalah kebahagiaan sejatimu, dan meski pilihan terpahit adalah membiarkan dirimu pergi, aku siap melakukannya. Meski pun keyakinanku tak pernah berubah bahwa akulah orang yang paling bisa membahagiakanmu, tapi itu sekedar keyakinan menurut kata hatiku, bukan kata hatimu. Dan buatku "cinta adalah tentang kamu, bukan aku".
Dan pada akhirnya ketika aku menyadarinya, saat aku bisa berpikir secara rasional, bahwa itu tak semuanya demi kebaikanmu, ada kebaikan untukku juga. Karena masih ada mimpi yang harus ku perjuangkan, dan kamu bukanlah orang yang tepat untuk bersabar dan meyakinkanku bahwa aku bisa menggapainya. Dan kamu juga bukan orang yang bisa menyembuhkan perihnya jika ternyata aku gagal mewujudkannya. Ada sedikit harga diri yang harus ku bela dalam hidupku. Dan saat itu pula aku menyadari, bahwa terkadang tak peduli sehebat apa seseorang berusaha menjadi yang terbaik, tetap saja ada peluang dianggap kebalikannya.
Malam ini aku teringat tentangmu, dan meski kau takkan pernah tahu, aku akan mengatakan ini, bahwa aku masih belum berubah, selalu menginginkan kebahagiaanmu bukan kehancuranmu. Dan meski dari jauh, aku akan tetap setia mengaminkan semua doa-doa baik yang aku percaya akan senantiasa mengelilingimu hingga akhir menutup mata. Jalanilah kisah hidupmu, goreskanlah setiap warna di lembaran hidupmu, Bahagialah, dan itu akan membuatku tenang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar