Sore di
pertengahan bulan juni. Hujan baru saja mampir, berbaik hati untuk sedikit meredam teriknya
mentari yang seharian tak lelah menyinari sejak pagi tadi. Hampir 5 tahun telah
berlalu sejak kehilangan besar itu, saat-saat hidup terasa begitu berat untuk
di jalani. Saat-saat terasa begitu sesak bahkan untuk sekedar menghela napas. Tetapi
begitulah hidup berjalan adanya. Terkadang hidup begitu kejam memberikan
pelajaran kepada kita, tetapi hidup pun tak jarang menyodorkan rasa semanis
madu.
Dan begitulah
kepedihan itu berlalu seiring dengan waktu yang berjalan. Tetapi tetap saja waktu
takkan mampu menghapus kerinduan saat-saat dirimu masih disini. Saat-saat tawa
ceriamu masih senantiasa terdengar, beriringan dengan tawa-tawa polos anak-anak
didikmu. Saat suaramu setia membangunkan aku untuk tak melewatkan waktu subuh. Saat-saat
tangan kekarmu selalu memegang kepalaku ketika aku melakukan sesuatu yang
membanggakanmu.
Ah,senja di
tanggal 16 juni sekali lagi membawa ingatanku akan kenangan tentangmu. Rindu
ini tak akan pernah pudar seiring dengan teladan-teladanmu yang masih ku
jadikan pegangan untuk mengarungi sisa hidup di dunia ini. Thanks for all Dad,
how i miss you and i miss your love.
ALLAH-ku sayang, sekali lagi aku memanjatkan doa untuk Papa, titipkan juga rindu ini buat Papa. Sayangilah dia selalu, tempatkan dia bersama orang-orang yang kau muliakan di sisi-MU. AAMIIN... :’)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar