Sabtu, 01 Desember 2012

MY DECEMBER

“apa yang paling kamu inginkan saat ini?”


“Aku ingin berada di suatu tempat yang sangat dingin dan penuh tertutupi salju”


“Kenapa salju?”


“kenapa tidak ?!”


“Aku ingin tahu”


“...............................”


“katakan. Aku ingin tahu alasannya kamu memilih tempat dingin dan bersalju”


“Aku ingin membekukan waktu. Aku selalu ingin membekukan saat-saat seperti ini. Waktu-waktu  yang kita lalui bersama”


“kenapa memilih salju, abadikan saja dengan kamera. Dalam gambar-gambar itu, waktu telah terperangkap bukan?! ”


“entahlah, Aku hanya membayangkan sesuatu yang lebih megah daripada sekedar gambar”


“kalau begitu simpan semua ini dalam ingatan”





“Tapi aku takut akan tiba suatu masa di mana aku tak bisa mengingat semuanya”


“Tak perlu mengingat semuanya, ingat sajalah aku dan cinta yang selalu ada dari hati ku untukmu. Maka aku akan selalu hidup”


“Sesederhana itu?”


“Ya, tentu saja. Cinta itu sederhana bukan?! Jadi..... kenapa salju???”


“Entahlah, walau pun pada kenyataannya salju itu teramat dingin, tapi melihat warna putihnya yang di bawah cahaya matahari selalu membuat hati ku merasa hangat. Dan putih selalu melambangkan sesuatu yang suci, Seperti yang selalu hati ini kan berikan untuk mu”


actually there is something I have done without you knowing it. That I have frozen all that you said at that moment. 

Deep.... so  deep  in the bottom of my heart.  

And I kept it as a little secret until now. That any time i recalled all  of what you’ve said,  always reminds me of the warmth of the color of snow. splash of sparkling under the sun.


Warm...


Warm...

as always....

always warms in my heart, even in the cold of my december

Tidak ada komentar:

Posting Komentar