“apa yang
paling kamu inginkan saat ini?”
“Aku ingin
berada di suatu tempat yang sangat dingin dan penuh tertutupi salju”
“Kenapa
salju?”
“kenapa
tidak ?!”
“Aku ingin
tahu”
“...............................”
“katakan.
Aku ingin tahu alasannya kamu memilih tempat dingin dan bersalju”
“Aku ingin
membekukan waktu. Aku selalu ingin membekukan saat-saat seperti ini.
Waktu-waktu yang kita lalui bersama”
“kenapa
memilih salju, abadikan saja dengan kamera. Dalam gambar-gambar itu, waktu
telah terperangkap bukan?! ”
“entahlah, Aku
hanya membayangkan sesuatu yang lebih megah daripada sekedar gambar”
“kalau
begitu simpan semua ini dalam ingatan”
“Tapi aku takut
akan tiba suatu masa di mana aku tak bisa mengingat semuanya”
“Tak perlu
mengingat semuanya, ingat sajalah aku dan cinta yang selalu ada dari hati ku
untukmu. Maka aku akan selalu hidup”
“Sesederhana
itu?”
“Ya, tentu
saja. Cinta itu sederhana bukan?! Jadi..... kenapa salju???”
“Entahlah,
walau pun pada kenyataannya salju itu teramat dingin, tapi melihat warna
putihnya yang di bawah cahaya matahari selalu membuat hati ku merasa hangat. Dan putih
selalu melambangkan sesuatu yang suci, Seperti yang selalu hati ini kan berikan untuk mu”
actually
there is something I have done without you knowing it. That I have frozen all
that you said at that moment.
Deep.... so deep in
the bottom of my heart.
And I kept it as
a little secret until now. That
any time i recalled all of what you’ve
said, always reminds me of the warmth of
the color of snow. splash of sparkling under the sun.
Warm...
Warm...
as always....
always warms
in my heart, even in the cold of my december
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar