Pagi ini engkau telah berdiri di depan perapian tua,sebuah laku yang telah menjadi sebuah keharusan yang tertanam dalam otakku. Berpaling sejenak dan tersenyum menatapku ketika langkah kakiku terdengar olehmu. Senyummu selalu saja begitu indah di mataku
Perapian tua dengan wibawa kesederhanaannya selalu saja bisa menghadirkan kedamaian untukku. Di kala pagi yang dingin, nyala jilatan lidah api setia menghadirkan kehangatan untuk kedua tangan dan wajahku yang serasa beku oleh basuhan air sumur yang di dinginkan oleh malam, saat sang bumi memalingkan sebagian wajahnya. Untuk memberi kesempatan pada belahan wajah yang satunya menikmati belaian hangat sang mentari. Dan kita akan berjalan kaki keluar sejenak untuk menikmati segarnya udara pagi, beriringan sambil sesekali bergandengan tangan.
Satu hal yang kau tak pernah tahu, saat-saat seperti inilah yang dulu pernah membuatku bertanya-tanya, "apakah suasana paginya ataukah keberadaanmu yang membuat aku selalu merindukan saat-saat seperti ini??". Untuk mencari tahu jawabannya aku berjalan lebih pagi keesokan harinya, diam-diam tanpa memberitahumu. Dan kau tahu, tenyata pagi itu tetap saja menghadirkan rasa damai, bau embun yang senantiasa ku hirup menyegarkan pun masih tetap hadir. Matahari yang terbit malu-malu menyapa membelai dedaunan pun tetap sama. Indah, masih tetap indah.
Tapi satu hal yang benar-benar aku sadari, tak harus menunggu pagi itu datang untuk merasakan keindahan itu. atau pun harus menunggu hujan untuk membuat bahagia itu datang. Sekian waktu yang ku habiskan bersama denganmu telah membuat aku menyadari, kaulah bidadari yang membawa keajaiban-keajaiban kecil dalam hidupku. Senyumanmu bisa membuat mentari pagi yang indah jadi luar biasa, embun yang menyejukkan menjadi luar biasa, bau tanah yang basah pun menjadi luar biasa. Hal-hal kecil sederhana yang dalam keadaan paling biasa, telah lebih dari cukup untuk membuatku bahagia kini menjadi luar biasa.
Lembut suaramu menyadarkanku dari lamunanku, mengembalikan ingatanku dari masa lalu. Dan kau menggenggam jemariku, tersenyum. begitu cantik, begitu indah di mataku. yah, semua yang aku jalani terasa luar biasa saat bersamamu :)
ps : terilhami oleh Cinta luar biasa, yang diperlihatkan oleh almarhum Papa kepada Mama. semoga aja bisa menjalani kisah cinta luar biasa seperti mereka

Hal2 istimewa kadang bermula dari remeh temeh, terlihat sederhana tapi terasa mewah, salam BW
BalasHapus“Any intelligent person knows that life is a beautiful thing and that the purpose of life is to be happy. But it seems only idiots are ever happy. How can we explain this?” (Orahan Pamuk from the museum of innocence)
Hapusrasanya aku ga perlu bersikap sarkastis seperti Orhan, ga perlu juga jadi bodoh untuk bisa bahagia. orang yg bisa bahagia karena hal-hal sederhana, adalah orang yg paling bahagia didunia. mungkin begitu Mamen?! :))
So sweet :')
BalasHapusCeritanya bisa bwt aty mengkhayal, rasa dialami sendiri :)
LIKE !!
thank u...thank u....
Hapusjangan cuma mengkhayal, insya ALLAH di masa depan bisa mengalami cinta seperti itu, aamiin :)
btw, thank u so mampir neh :)