“Saat itu aku masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar,
saat pertama mendengar dan terlibat langsung dalam sebuah berita kematian.
Nenek buyutku meninggal dunia.”
Saat itu aku belum sepenuhnya mengerti tentang kematian.
Mengapa harus ada tangis? Kenapa nenek buyut tidurnya tak terganggu dengan
suara-suara tangis yang membahana di sekelilingnya?
Waktu pun begitu cepat berlalu. Kematian demi kematian begitu
sering menghiasi jejak langkah hidupku. Aku pun semakin mengerti apa makna dari
sebuah kematian. Makna dari rasa kehilangan saat orang-orang yang begitu dekat
bersinggungan dengan kehidupanku harus menghadap Yang Maha Kuasa, karena Yang
maha Kuasa mencintai mereka lebih besar daripada cinta kita pada mereka. Itu
yang aku yakini sampai saat ini. Sebuah pemikiran yang sangat membantuku untuk
bisa selalu ikhlas melepas orang-orang yang aku kasihi berlalu dari sisiku.
Meskipun sedih bukanlah sebuah rasa yang bisa aku hindari, dan air mata tentu
saja tetap setia mengiringi saat sedih itu datang, walaupun hanya dalam hati.
Saat ini aku berpikir, seandainya giliranku telah tiba untuk
meninggalkan duniaini. Aku ingin agar orang-orang yang aku cintai akan selalu
mengenangku. Bukan dengan kenangan yang akan membuat mereka bersedih, tetapi setiap
lembar kenangan yang akan membuat mereka lebih tegar, lebih ceria, lebih
bahagia, lebih bersemangat menjalani hidup ini. Berbagai kenangan yang akan
senantiasa memeluk, memberi kehangatan, memberi kekuatan dalam hati saat mereka
bersedih. Mengingat satu-dua petuah bijak yang aku tinggalkan dan aku harapkan
akan berguna untuk mereka saat menghadapi kerasnya hidup. Mengerti pada
akhirnya, bahwa pada saat aku marah adalah karena aku sangat menyayangi dan
begitu peduli pada mereka. Menyadari bahwa seandainya aku bisa, aku ingin
selamanya menjaga, menemani dan mendampingi mereka, tapi ketika tiba saatnya
aku harus pergi itu berarti bahwa aku telah sepenuhnya percaya bahwa mereka
bisa menghadapi semua tantangan hidup di masa yang akan datang tanpa ragaku
harus bersama mereka. Dan semoga kepergianku membuat mereka mengerti makna”Kehilangan
Itu Pasti, Tapi harapan Tak boleh mati!”.
Meski ragamu tak lagi berada disini,
kasih sayangmu ada kan selalu di hati
Cintamu takkan terganti kuatkanku disini
Meski engkau harus pergi untuk cinta abadi -Krayon_untuk cinta Abadi-
( Kutipan lirik lagu yang ku buat untuk mengenang almarhum
Papa )
Untuk semua yang pernah merasa kehilangan, Tegarlah. Orang
yang kalian cintai pasti sepenuhnya ingin agar kalian menghadapi hidup ini
dengan senyuman. Percayalah dan berbahagialah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar